Sosial dan Budaya

Trenggalek Masuk Nominasi Kabupaten Sehat

Admin | Senin, 16 Oktober 2017 - 13:59:07 WIB | dibaca: 72 pembaca

 

Kabupaten Trenggalek masuk nominasi untuk mendapatkan penghargaan kabupaten sehat. Untuk bisa mendapatkan penghargaan ini Kabupaten Trenggalek mengajukan beberapa tatanan sebagai perwujudan kabupaten sehat tersebut. Tatanan yang diajukan meliputi tatanan lingkungan, tatanan pariwisata, tatanan sehat mandiri dan tatanan hutan sehat.

Jum'at (13/10/2017) tim penilai penghargaan ini, didampingi Wakil Bupati Trenggalek, H. Moch. Nur Arifin melakukan pembuktian dilapangan dari dokumen-dokumen yang diajukan.

Pertama yang ditinjau tim adalah Hutan Kota Ja'as. Dilokasi ini tim disambut oleh anak-anak Sekolah Dasar dan PAUD yang melakukan senam kesehatan, tim penilaipun ikut asyik bergoyang mengikuti gerakan anak-anak ini.

Dari Hutan Kota, tim melanjutkan melihat Kecamatan Durenan yang kompak dan sangat getol bersama seluruh element masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Dilanjutkan melihat Kampung Boga di Desa Malasan Durenan. Untuk tatanan pariwisatanya, tim penilau meninjau Destinasi Wisata Goa Lawa, dan pantai Prigi.

 

Widiastuti Ketua Tim Asesor penghargaan ini menyatakan, "penghargaan kabupaten sehat ini ada tiga kategori. Untuk yang paling dasar itu kita sebut padapa, tengah-tengah itu wiwerda dan yang paling tinggi itu wistara. Sedangkan untuk Trenggalek ini mengusulkan untuk penghargaan wiwerda dengan mengajukan empat tatanan," ungkapnya.

Ditambahkan oleh tim penilai ini, "empat tatanan itu meliputi tatanan lingkungan, tatanan pariwisata, tatanan sehat mandiri dan tatanan hutan sehat. Dari tatanan-tatanan yang diajukan, kami lakukan tinjauan lapangan untuk pembuktian. Bila tatanan-tatanan ini terbukti kami akan merekomendasikan Kabupaten Trenggalek untuk mendapatkan penghargaan," imbuhnya.

Dijelaskan oleh Widiastuti, "tujuan utama dari penghargaan ini untuk mewujudkan kabupaten yang sehat, aman dan indah. Perwujudan sehat ini tidak hanya muncul dari Pemerintah saja melainkan juga perlu didukung oleh masyarakatnya," tandasnya.

Sedangkan Wabup Arifin menyatakan "pada intinya saya bersama Pak Bupati itu tidak memandang penghargaan itu sebuah pencapaian, melainkan sebuah legitimasi dimana masih banyak yang harus kita kerjakan," ungkapnya.

Saat menerima tim asesor yang menilai nominasi penghargaan Kabupaten sehat ini, Wakil Bupati termuda ini meminta kepada tim penilai ini untuk tidak hanya menunjukkan yang baik-baiknya saja, melainkan juga kekurangannya sebagai bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan. 

Dituturkan oleh Arifin "okelah tim penilai bersama dengan tim kabupaten nanti melihat beberapa tempat yang baik-baiknya saja, namun selain itu juga kami harapkan ada input lainnya mengenai kekurangan atau sakit-sakitnya. Segala kekurangan yang ada ini nantinya menjadi sebuah rekomendasi bagi kami untuk memperbaiki, kalau ingin maju harus juga tahu mana yang pahit untuk diperbaiki," tandasnya. (Humas Trenggalek)